GARIS BATAS

Kala mata hati tertutup oleh secarik kain buram

Segala keindahan terlihat muram

Tak terlihat batas antara siang dan malam

Dimana mentari bersinar di ujung fajar

Dan menghilang di giring petang

Tak tertangkap bias-bias lembayung mengambang menghias lazuardi

Pun sebuah garis batas yang hadir

Mengiringi peradaban manusia

Batas antara yin dan yang

Batas penilaian terbius ego

Hingga membuat garis hitam dan putih berubah menjadi abu – abu

Selalu ada perbedaan meski tipis dan transparan

Bagai dinding pemisah antara dua lautan

Seperti isak sendu seorang istri yang ditinggal mati

Bukanlah sebuah lolongan srigala menjerit melengking

Bahkan dalam sebuah pertempuran

Ada sebuah pemisah kasat mata

Yang membedakan antara berkorban, menjadi korban

Dan sengaja dikorbankan

Hanya saat hati bercermin di telaga kewajaran

Penilaian tak lagi terbungkus kelambu kelam

dado bilix 7-12-2014

Pos ini dipublikasikan di sastra dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s