WASPADAI EKSPLOITASI PERMASALAHAN SOSIAL

September 2013kadis verifikasi isu anak putus sekolah
Sebuah pemberitaan di salah satu media cetak Banten yang memberitakan tentang puluhan anak putus sekolah yang di asuh oleh ibu W di Kp. Eksodan Desa Cipayung Kecamatan padarincang mengejutkan berbagai pihak termasuk TKSK Padarincang sendiri. Karena seperti yang di ketahui untuk anak usia sekolah ‘Wajar 9 Tahun’ sudah mendapatkan perhatian dengan Program andalan pemerintah yakni PKH.

Pada hari itu juga Kadis Sosial Kab. Serang, Dadang Hermawan dan Kasi KTK-PM dinsos Kab. Serang, Agus Rusli , berkenan turun ke kampung eksodan didampingi oleh TKSK Padarincang untuk memverifikasi dan mengklarifikasi kebenaran berita tersebut.

Sebagai langkah pertama TKSK Padarincang menghubungi carik setempat, kemudian mendatangi kampung tersebut untuk menggali informasi dari RT/RW dan warga setempat.

Saat dilakukan Tanya jawab dengan ketua RT dan RW setempat, menyatakan bahwa di kampung tersebut hanya terdapat satu anak yang berhenti sekolah. Kemudian orang tua anak yang dimaksud didatangkan ke rumah pak RW untuk konfirmasi lebih lanjut.

Menurut sarjuman, orang tua anak yang berhenti sekolah, anaknya berhenti sekolah karena keinginan anak tersebut, anak tersebut enggan sekolah dan lebih memilih bermain meskipun telah berkali-kali diperingatkan oleh orang tuanya.
Setelah dirasa cukup informasi yang didapat dari Ketua RT,RW dan warga di kampung eksodan, rombongan Kadis sosial menuju sekolah dasar terdekat dimana sebagian terbesar anak di kampung eksodan bersekolah.

Saat di konfirmasi kepada kepala sekolah SD swarna, Hamid, beliau menunjukan data jumlah murid setiap kelas di SD ter sebut. Sambil bergurau beliau mengatakan “dari jumlah murid kami perkelas sekian hususnya kelas 1 dan 2, kalau Drop out 30 siswa berarti Cuma ngajar bangku dong”.

Pada hari berikutnya kembali TKSK padarincang dan TKSK Pabuaran mendampingi Kadis Sosial, Dadang Hermawan mendatangi ibu berinisial W yang menjadi narasumber pemberitaan di media cetak tersebut. Saat di klarifikasi ibu W tersebut ternyata hanya memiliki 3 anak asuh usia 17-18 tahun. Selama ini ibu W mendapatkan bantuan dari sebuah Yayasan yang bertempat di Jakarta.

Setelah didiskusikan akhirnya diperoleh kesepakatan bahwa ketiga anak tersebut di fasilitasi untuk dibawa ke sebuah yayasan di bogor untuk mendapatkan pelatihan kerja.

Yang terjadi selanjutnya kembali mengejutkan, ibu W menuntut agar mendapatkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya karena yayasan yang selama ini menyalurkan bantuan lewat dirinya menghentikan bantuannya.
Hasil verifikasi TKSK padarincang yang melakukan wawancara dengan petugas Desa dan warga yang sekitar termasuk beberapa tetangga ibu tersebut mengindikasikan bahwa ibu tersebut mengeksploitasi ketiga anak asuhnya untuk mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.

Dan hasil wawancara tersebut menyebutkan bahwa beberapa tahun sebelumnya ibu tersebut pernah mengkordinir beberapa warga di sekitarnya untuk sengaja menanak nasi aking di hadapan wartawan yang telah di undang untuk meliput.
Selain permasalahan tersebut, beberapa kecamatan di kabupaten Serang, yaitu kecamatan Pabuaran, Ciomas, Padarincang dan Cinangka sempat digemparkan dengan oknum-oknum dari beberapa organisasi massa yang mengumpulkan foto kopi paspor dari semua warga yang pernah menjadi TKI dengan menyebarkan isu akan mendapatkan bantuan dari pemerintah Arab Saudi.

TKSK Padarincang yang mendengar hal tersebut segera melakukan penanganan dengan memberikan pengertian kepada warga dan juga mendatangi salah seorang oknum yang terlibat untuk mendapatkan penjelasan.

Saat di konfirmasi, oknum tersebut menyebutkan bahwa dia mendapatkan perintah dari salah seorang pegawai Dinas tenaga kerja dan Transmigrasi. TKSK padarincang segera menghubungi Kasi KTK-PM Agus Rusli dan memohon bantuan agar beliau mengecek kebenarannya di Disnakertrans. Setelah konfirmasi dan verifikasi yang dilakukan, TKSK Padarincang segera menginformasikan kepada para warga yang telah terlanjur termakan isu tersebut dan menginformasikan kepada TKSK kecamatan lain agar isu tersebut dapat diredam dan dianulir.

Diharapkan kepada semua Petugas Sosial Lapangan, Baik itu TKSK ataupun petugas lainnya agar menajamkan mata dan telinga agar eksploitasi permasalahan-permasalahan sosial tidak terjadi di wilayah kita semua.

Pos ini dipublikasikan di anak, sosial dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s