TKSK CIKEUSAL KABUPATEN SERANG DIANGKAT MENJADI TRC KEMENSOS (SEKELUMIT KISAH TKW)

Pada bulan April 2012, ditemukan seorang wanita dalam kondisi menyedihkan di wilayah Kecamatan Parung Panjang Bogor dalam kondisi menyedihkan. Wanita tersebut mengalami gangguan kejiwaan dan dalam keadaan hamil tua. Selanjutnya wanita tersebut di bawa ke RS Marzoeki Mahdi Bogor. Setelah melahirkan pada tanggal 3 Mei 2012, wanita tersebut di rawat secara intensif oleh pihak rumah sakit hingga sembuh dan mengaku bernama “DR” dan berasal dari kampung Laestegal Desa Tegal Serang-Banten.

Mendapat keterangan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) Kemensos unit Rehabilitasi Sosial menghubungi jejaring yang ada. Hingga ahirnyamendapatkan informasi melalui Mutia, TKSK Cikeusal Kabupaten Serang, dialamat tersebut benar ada warga yang kehilangan anggota keluarganya dan bahwa “DR” adalah anggota keluarga mereka yang hilang dari tahun 2010.

Tanggal 18 Juni 2012, Mutia datang ke Kemensos untuk berkoordinasi dengan TRC untuk menjemput “DR” di RSJ Bogor untuk dikembalikan kepada keluarganya. Dan dalam kesempatan itu, Mutia TKSK Cikeusal Kabupaten Serang diangkat sebagai anggota TRC Kemensos.

Sekilas kisah “DR”.

Dalam himpitan ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan membuat sebagian WNI tertarik untuk mengadu nasib di luar negeri, terutama kaum hawa, yang lebih mudah mendapatkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga. Banyak kisah yang di alami para TKW asal Indonesia. Ada yang mengalami nasib tragis menjadi korban tindak kekerasan, ada yang mendapatkan majikan baik dan dapat menjadi tulang punggung keluarganya, tidak sedikit pula yang mendapatkan majikan baik dan bisa mengirimi keluarganya, tetapi keluarga yang ditinggalkan menghambur-hamburkan hasil jerih payah TKW tersebut, seperti suami berselingkuh dengan hasil jerih payah istrinya, keluarga menghamburkan uang kiriman untuk berfoya-foya atau membeli barang- barang mewah yang sebenarnya tidak dibutuhkan, dan lain-lain.

Begitu pula yang terjadi dengan “DR”, setelah bertahun-tahun bekerja di arab, “DR” selalu mengirimkan uang hasil jerih payahnya kepada keluarga agar digunakan untuk berbagai keperluan dan kebutuhan. Namun saat dia pulang, dia kecewa karena perubahan kesejahteraan keluarganya tidak seperti yang dia harapkan, hanya rumah yang tadinya tidak permanen menjadi permanen. Ternyata uang yang dikirimkannya selama ini tidak dipergunakan sebagaimana mestinya oleh keluarga.

Hal ini membuat dia stress dan akhirnya meninggalkan kampung halamannya tanpa diketahui lagi keberadaannya hingga hampir dua tahun.IMG-20130518-00598IMG-20130518-00599

Pos ini dipublikasikan di sosial dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s