ANAK YANG MELIHAT IBUNYA TERJUN DI JEMBATAN MENDAPATKAN PENANGANAN

Serang, Kamis 5 Juli 2012

Setelah di beritakan sebelumnya di beberapa media massa baik cetak maupun elektronik tentang ibu beserta anak yang terjun dari jembatan Pulo Empang di kota Bogor. Keluarga korban yang setelah melihat berita tersebut di media elektronik berniat untuk menjemput anak korban yang masih hidup, Trisna 6 tahun, mengurungkan niatnya karena mendengar pemberitaan bahwa ada warga yang merasa tersentuh hatinya berniat mengantarkan pulang sang anak.

Akhirnya pada malam hari itu juga, Trisna atau yang oleh keluarga dan warga sekitar lebih dikenal dengan sebutan Utay tiba ke rumah kakeknya di Kp. Eksodan Baru RT 16/06 Desa Curug Goong Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang pada sekitar pukul 20.00. Utay diantarkan oleh A. Madjid Potaboga seorang warga Pulo Empang Kelurahan Paledang Kota Bogor, dengan surat jalan dari polisi bernomor SJ/16/VII/2012 dengan Utay sendiri bertindak sebagai penunjuk jalan.

Menurut Kakek korban, Markiyah pergi dari rumah sejak hari minggu dengan membawa kartu keluarga dan dua orang anaknya yang masih kecil yaitu Salman dan Utay. Markiyah yang di kenal warga sekitar sebagai peminta-minta berniat pergi ke rumah saudaranya di kalideres, tapi terbawa kereta hingga ke stasiun Bogor.

Pada hari kejadian (4 Juli 2012), menurut penuturan Utay, pagi itu Markiyah dan kedua anaknya yang tidur di jalanan karena menolak saat dipersilahkan menginap oleh warga, bangun dan kembali berjalan tanpa tujuan. Salman, 2 tahun, turun dari gendongan, dan saat tiba di jembatan tanpa dapat di cegah, Salman yang masih balita nyelonong kemudian terjatuh dari jembatan. Markiyah, sang ibu spontan mencoba menyelamatkan anaknya sehingga diapun turut terjatuh dari jembatan, saat itulah Utay berteriak-teriak memanggil ibu dan adiknya.

Kasus Utay yang kini telah yatim piatu ini telah di sampaikan kepada Dinsos Kabupaten Serang dan Dinsos Provinsi Banten oleh TKSK setempat dan menunggu penanganan lebih lanjut. Selain itu juga telah di rujuk ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Banten dan telah mendapatkan penjadwalan untuk konseling mengenai trauma yang dialaminya.

ImageImageWritten by: Agus Bahtiar (TKSK Padarincang)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s