RAPAT KOORDINASI BIDANG KESEJAHTERAAN SOSIAL TINGKAT KECAMATAN DI KABUPATEN SERANG

rakor 2

Rabu, 17 Desember 2014.

Pada rabu pagi, Kecamatan Bandung Kabupaten Serang melakukan Simulasi Rapat Koordinasi Bidang kesejahteraan Sosial. Kegiatan Rapat Koordinasi ini pertama kali dilakukan di Kabupaten Serang dan merupakan percontohan bagi kegiatan sejenis yang dicanangkan pada tahun 2015 di laksanakan di seluruh kecamatan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kegiatan dalam bidang kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan.

Kegiatan rapat koordinasi Bidang kesejahteraan Sosial ini menghadirkan seluruh Aparatur desa dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang berada di Kecamatan Bandung. Selain itu hadir pula Ketua FK-TKSK Kabupaten Serang dan Ketua Karang Taruna Kabupaten Serang.

Dalam kesempatan itu, Camat Kecamatan Bandung, Drs. Subur Priyanto mengungkapkan keprihatinanya atas kemunduran mental dan moral yang terjadi atas bangsa ini sehingga membuat rasa kesetiakawanan dan gotong royong yang menjadi identitas bangsa semakin menghilang, terbukti dengan kepedulian atas sesama yang semakin berkurang.

Selain itu, beliau menghimbau kepada segenap hadirin terutama kepala desa untuk tidak berhenti menginventarisir data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di wilayahnya dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. Meskipun stigma yang terjadi di masyarakat bahwa setiap pendataan pasti mendapat bantuan, sehingga Aparatur desa dan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) yang terlibat dalam pendataan seringkali di datangi masyarakat yang menagih realisasi bantuan.

Pada kesempatan itu pula, Arif Chandra, Selaku Ketua FK-TKSK Kabupaten Serang menghimbau Kepala Desa untuk mengaktifkan kembali Karang Taruna dan PSM desa untuk membantu pemerintah desa dalam penyelenggaraan kesejahteraan Sosial dan Inventarisir data PMKS dan PSKS d tingkat desa. Begitu pula Ahmad Saiful Rohman, selaku Ketua Karang Taruna Kabupaten Serang, meminta Aparatur desa mengarahkan Karang Taruna Desa untuk membuat Program Kerja dan Laporan Pertanggungjawaban di tingkat desa.Rakor 1

Dipublikasi di sosial, umum | Tag , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

UNTUK REMAJA

Tahukah sayang….

Hatiku terlalu jemu pada sajak cinta

Malam menggantung selimut tebal

Berhiaskan awan menghitam

Tarian ini tarian resah

Bersenandung tembang gundah

Tak terfikirkan lagi ikatan dua insan

Tertaut dengan benang merah menjuntai

Fikiran terus beriak…

Menggurat dalam torehan alam

Bercerita tentang kemanusiaan

Jemu bersandar pada mimpi

Tubuhpun letih bertopang asa

Suara tak berwujud selalu menggema

Menyajikan pujian para pecinta….

Seperti sukma yang terus mengembara

Hidup akan slalu dan terus berputar

Bianglala di kesunyian mengayun hati dalam kesan

Ahhh….

Hidup lebih dari sekedar dogma

Bukan hanya tentang tahta dan cinta

dado bilix

Dipublikasi di sastra | Tag , , | Tinggalkan komentar

KISAH ABADI

Mega-mega tak lagi berkabut

Jagat maya kembali dirasuk

Mimpi adalah tonggak

Ke mata angin mana bahtera ini akan berlayar?

Sapuan kilau kemuning jingga

Setialah bianglala pada hujan panas

Meringkih gemuruh petir halilintar

Bukan, bukan kemarahan Zeus

Bukan pula gemerincing emas Midas

Dekapan bumi pada langit

Warisan nubuat-nubuat leluhur

Kisah lingga-yoni

Kendati nir eternal selalu berulang

Selamanya….

Yani Sastrawirya

11-12-2014

Dipublikasi di sastra | Tag , , | Tinggalkan komentar

GARIS BATAS

Kala mata hati tertutup oleh secarik kain buram

Segala keindahan terlihat muram

Tak terlihat batas antara siang dan malam

Dimana mentari bersinar di ujung fajar

Dan menghilang di giring petang

Tak tertangkap bias-bias lembayung mengambang menghias lazuardi

Pun sebuah garis batas yang hadir

Mengiringi peradaban manusia

Batas antara yin dan yang

Batas penilaian terbius ego

Hingga membuat garis hitam dan putih berubah menjadi abu – abu

Selalu ada perbedaan meski tipis dan transparan

Bagai dinding pemisah antara dua lautan

Seperti isak sendu seorang istri yang ditinggal mati

Bukanlah sebuah lolongan srigala menjerit melengking

Bahkan dalam sebuah pertempuran

Ada sebuah pemisah kasat mata

Yang membedakan antara berkorban, menjadi korban

Dan sengaja dikorbankan

Hanya saat hati bercermin di telaga kewajaran

Penilaian tak lagi terbungkus kelambu kelam

dado bilix 7-12-2014

Dipublikasi di sastra | Tag , , , , , | Tinggalkan komentar

BUKA MATA BUKA TELINGA

oleh : Dado Bilix
Wahai kalian yang beratas namakan kami
Duduklah bersama kami
Coba kalian dengarkan
Tembang yang kami nyanyikan
Kami senandungkan dengan suara wajar
Dengan gerak tari yang normal
Apakah kalian merasa lebih tinggi
Hingga mengeluarkan caci dan meninggikan suara?
Wahai kalian yang merasa di atas kami
Jangan bungkam mulut kami
Syair yang kami dendangkan
Adalah syair manusiawi
Syair tentang hujan yang menggugah semangat petani
Kami pun selayaknya dewa Atlas
Yang tak pernah meletakan bumi dari pundak
Apakah kalian merasa lebih berdedikasi?
Hingga berteriak sumbang dan berusaha membungkam
Jadilah corong yang menggemakan isi hati kami
Biarkan menggaung menggetarkan mentari
Bukan malah menjadi jaksa
Yang mendakwa dan menghukumi
Seolah kami meratap mengingkari pagi

Dipublikasi di sastra | Tag , , | Tinggalkan komentar

LIHAT DENGAR RASAKAN

oleh : Dado Bilix

Pernahkah kau lihat…

Saat mahluk bernama manusia berubah bentuk

Bertransformasi menjadi binatang paling memuakan

Saling kejar berebut bangkai

Saling tikam demi sebuah keuntungan

Pernahkah kau dengar…..

Jerit tangis, caci maki dan sejuta teriakan ngeri dari jeritan hati nurani?

Kala harimau mengaum dengan lantang menyuarakan kemenangan

Dan srigala bersembunyi dari pandangan meski liur terus bercucuran

Domba- domba gembala hanya mampu berputar-putar tanpa arah

Mencari selamat tanpa hiraukan rekan segerombolan

Disertai rengekan dan keluhan berkepanjangan

Pernahkah kau rasakan…

Dalam keheningan memikat

Kegelapan berubah menjadi mahluk bertanduk

Menguasai kota mati penuh ketakutan

Saat manusia lupa pada kemanusiaan

Agama hanya menjadi syair penyedap dalam tembang

Dan dusta bergema bagai sebuah nyanyian alam

Dimanakah tempat para manusia yang sebenarnya?

Dipublikasi di sastra | Tag , , | Tinggalkan komentar

CATATAN PINGGIR TKSK

Oleh: Yani Sastrawirya

Mereka adalah alasan kecamatan dikenang sepanjang masa. Lewat gagasan orisinil, obsesi besar, dan keberanian dalam menghadapi setiap persoalan sosial yang akut, pembelaan terhadap kebenaran, juga lewat gairah mendobrak tatanan lama ke tatanan baru. Tidak sedikit orang ini memunculkan harapan baru bagi masyarakatnya.

Di tengah kegetiran masa-masa perubahan, dia berdiri tegak menyerukan optimisme bagi masyarakat yang terpinggirkan oleh tajamnya peradaban.

Di tangan merekalah sejarah akan lahir, kemudian dituliskan dan dipakai sebagai bekal memupuk anak-anak negeri dalam perjalanan panjang Indonesia ini.

Seperti Kafka, dia adalah jembatan yang bergetar, yang membantu manusia melewati satu tradisi sempit menuju universalitas.

Dipublikasi di sastra | Tag , , | Tinggalkan komentar